Minggu, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tentara RI Paling Disiplin di Dunia?

Jumat, 04 Mei 2012, 16:43 WIB
Komentar : 2
Antara
Personil TNI AD (ilustrasi).
Personil TNI AD (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski tengah mendapat sorotan akibat aksi 'koboi' di beberapa tempat di ibukota, reputasi TNI di mata dunia dinilai paling baik. Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian, Brigjen TNI Imam Edy Mulyono, menjelaskan pasukan penjaga perdamaian Indonesia di dunia merupakan tentara yang paling disiplin di dunia.

"Data Dewan Keamanan PBB sudah menyebutkan kalau pasukan perdamaian asal Indonesia dan Cina paling disiplin di dunia," ungkap Imam saat penutupan kursus militer di PPMP, Sentul, Bogor, Jumat (4/5).

Menurutnya, apresiasi tersebut diberikan karena tentara Indonesia tidak pernah melakukan pelanggaran saat ditugaskan di negari orang. Sedangkan, tentara-tentara dari negara lain yang melakukan pelanggaran dipulangkan ke negaranya.

"Tentara Indonesia tidak pernah dipulangkan," sebut dia.

Saat ini, terdapat sekitar 1800 prajurit TNI yang ditugaskan di berbagai negara di dunia. Mereka masuk dalam satuan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Reporter : A. Syalaby Ichsan
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...