PBB Puji Inisiatif Saudi Akhiri Konflik Yaman

Situasi kemanusiaan di Yaman semakin memburuk.

Anadolu Agency
Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengumumkan mobilisasi perangi Covid-19. Ilustrasi.
Rep: Kamran Dikarma Red: Teguh Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengapresiasi inisiatif Arab Saudi untuk mengakhiri konflik Yaman. Sebelumnya negara-negara di kawasan Arab juga mengapresiasi sikap Arab Saudi.

"Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman Kerajaan Arab Saudi tentang langkah-langkah untuk membantu mengakhiri pertempuran dan memulai kembali proses politik di Yaman. Dia mengungkapkan terima kasihnya kepada Kerajaan atas dukungannya untuk upaya PBB," kata seorang pejabat PBB dalam sebuah pernyataan pada Selasa (23/3), dikutip laman Al Arabiya.

Wakil juru bicara Guterres, Farhan Haq, mengatakan  saat konflik di Yaman memasuki tahun ketujuh, negara tersebut terus menghadapi situasi kemanusiaan yang mengerikan, termasuk kemungkinan kelaparan skala besar. "Sementara kesenjangan pendanaan yang signifikan tetap ada,” ujarnya.

Perihal penyelesaian konflik, Haq menekankan kebutuhan rakyat Yaman di atas pertimbangan lain. "Semua aktor dan pemangku kepentingan harus melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi kesepakatan segera yang membawa Yaman kembali ke jalan menuju perdamaian," ucapnya.

Arab Saudi mengusulkan inisiatif perdamaian baru untuk mengakhiri konflik Yaman. Insiatif tersebut termasuk penerapan gencatan senjata nasional yang akan dilaksanakan di bawah pengawasan PBB.

Baca Juga

“Kami akan bekerja dengan komunitas internasional, dengan mitra kami dan dengan pemerintah Yaman untuk mendorong prakarsa ini dilaksanakan," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada Senin (22/3).

Dia mengatakan Saudi akan melakukan semua upaya untuk menekan kelompok pemberontak Houthi agar bersedia datang ke meja perundingan. "Karena kami yakin bahwa menghentikan pertempuran dan fokus pada solusi politik adalah satu-satunya jalan untuk maju," ujar Pangeran Faisal.

Pangeran Faisal mengungkapkan jika pemerintah Yaman dan kelompok Houthi setuju untuk bernegosiasi, bandara di ibu kota Sanaa bakal dibuka kembali. Impor bahan makanan dan bahan bakar melalui pelabuhan Hodeidah pun dimungkinkan untuk dilakukan.

Pangeran Faisal mengungkapkan, inisiatif tersebut bakal berlaku segera setelah Houthi menyetujuinya. “Terserah Houthi sekarang, dan kami siap untuk pergi hari ini. Kami berharap kami bisa segera melakukan gencatan senjata. Houthi harus memutuskan apakah akan mengutamakan kepentingan mereka atau kepentingan Iran terlebih dahulu," ujarnya.

 
Berita Terpopuler