Jumat 15 Oct 2021 10:31 WIB

China Kirim Astronaut Perempuan ke Stasiun Luar Angkasa Baru

Kru akan menghabiskan 6 bulan di stasiun luar angkasa.

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Dwi Murdaningsih
China membangun stasiun luar angkasa sendiri.
Foto: republika
China membangun stasiun luar angkasa sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING—China telah meluncurkan kru untuk misi Shenzhou 13 ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong, stasiun luar angkasa baru di negara itu. Mereka yang termasuk dalam kru adalah astronot wanita pertama.

Dilaporkan oleh South China Morning Post, Jumat (15/10),  Wang Yaping akan menghabiskan enam bulan di stasiun luar angkasa. Itu adalah misi berawak terpanjang di negara itu hingga saat ini. Wang Yaping akan bekerja bersama astronot Zhai Zhigang dan Ye Guangfu. Dia juga bisa menjadi astronot wanita China pertama yang menyelesaikan perjalanan luar angkasa.

Baca Juga

“Setelah delapan tahun tanpa henti, saya akan kembali ke luar angkasa lagi,” kata Wang kepada wartawan, Kamis (14/10).

“Siswa, beritahu saya apa yang ingin Anda pelajari kali ini. Saya akan menyiapkan kuliah yang bagus untuk Anda di orbit,” ujarnya lagi.

Wang menjadi astronot wanita kedua China yang pergi ke luar angkasa selama dia tinggal di pesawat ruang angkasa Shenzhou 10. Kapsul kecil itu mengorbit Bumi pada 2013 dan berlabuh dengan Tiangong-1, stasiun ruang angkasa prototipe awal. Astronot wanita pertama di negara itu adalah Liu Yang, yang melakukan perjalanan ke luar angkasa sebagai bagian dari misi Shenzhou 9 pada 2012, 8,5 tahun setelah misi awak pertama China.

South China Morning Post juga melaporkan Zhai dilatih dengan Badan Antariksa Eropa dan fasih berbahasa Inggris. Itu membuatnya menjadi bagian penting dari upaya negara itu untuk menjadi tuan rumah bagi negara lain di Stasiun Luar Angkasa Tiangong.

Para kru akan ditugaskan untuk mengerjakan modul lain dari stasiun luar angkasa dan melakukan eksperimen ilmiah.

China memiliki rencana besar untuk menyelesaikan pembangunan Stasiun Luar Angkasa Tiangong-nya. Tahun depan, badan antariksa negara itu berencana untuk menyelesaikan enam misi, termasuk dua misi berawak dan penambahan dua modul baru yang menampung laboratorium.

Tim juga akan memiliki alasan untuk merayakannya. Menurut South China Morning Post, para astronot dalam misi mendatang akan menjadi astronot China pertama yang merayakan Tahun Baru Imlek di luar angkasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement