Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Tingkat Kepemilikan Mobil di Indonesia 10 Persen dari Populasi

Rep: Niken Paramita
Mobil murah (ilustrasi)
r3870me Mobil murah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengungkapkan tingkat kepemilikan kendaraan kendaraan roda empat di Indonesia baru 10 persen dari total populasi. Karena itu menurutnya, peluang pasar otomotif di Indonesia sangat besar.

Sponsored
Sponsored Ads

Mahendra yakin kehadiran program mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) akan mempercepat angka kepemilikan mobil di Indonesia. Meski Hendra sendiri tidak menampik mobil menjadi salah penyebab kemacetan.

"Banyak pihak yang berpandangan mobil murah menyebabkan macet. Saya menekankan baru 10 persen penduduk yang punya mobil, mereka yang punya motor mau punya mobil belinya ini (LCGC)," kata Mahendara di sela peresmian pabrik baru Nissan di Purwakarta, Jawa Barat.

Scroll untuk membaca

Tahun lalu, industri otomotif Indonesia berhasil menorehkan penjualan sebanyak 1,2 juta unit kendaraan. Tahun ini capaian tersebut diprediksi meningkat ke 1,3 juta unit kendaraan atau lebih. Mahendra bahkan memprediksi di tahun 2016 Indonesia sudah bisa menjual sebanyak dua juta unit mobil dalam setahun.

Selain kehadiran segmen LCGC, peningkatan juga didorong dari peningkatan kapasitas pabrik agen pemegang merek di Indonesia.

"Setidaknya untuk mencapai 15 persen (angka kepemilikan mobil) bisa dicapai dalam 2-3 tahun lagi. Kelipatannya lebih cepat, angka 20 persen juga mungkin dalam lima tahun udah bisa," kata Mahendra. 

Jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya, Corporate Vice President of Nissan Motor Corporation Toru Hasegawa mengungkapkan, rasio kepemilikan mobil Indonesia masih terbilang kecil. Yakni sekitar 70-90 unit mobil per seribu orang. Sementara di Thailand per seribu orang ada 150 mobil dan di Jepang 600 kendaraan per 1.000 orang.

"Jadi menurut saya di Indonesia masih ada total market yang belum di cover. Pasarnya sendiri sangat potensial," ujar Hasegawa.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Berita Terkait

Berita Terkait

Rekomendasi

Republika TV

>

Terpopuler

>
x close