Kamis 01 Sep 2022 21:35 WIB

Menkop Teten Klaim Dampak Kenaikan BBM ke UMKM Sudah Diantisipasi

Menkop Teten optimistis UMKM bertahan di tengah kenaikan BBM subsidi

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau pertalite terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya saja ia enggan menjelaskan lebih rinci mengenai antisipasi itu.
Foto: Astra
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau pertalite terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya saja ia enggan menjelaskan lebih rinci mengenai antisipasi itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau Pertalite terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hanya saja ia enggan menjelaskan lebih perinci mengenai antisipasi itu.

"Nanti saja kalau BBM sudah naik baru (dijelaskan)," ujar Teten Masduki kepada wartawan saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (1/9/2022). Dirinya optimistis, pelaku UMKM tetap dapat bertahan di tengah kenaikan BBM subsidi.

Teten menjelaskan, ini bukan pertama kalinya para UMKM menghadapi krisis atau kendala. "UMKM mempunyai daya resiliensi luar biasa. Ini bukan hal baru, ini proses bisnis biasa," tuturnya.

Pemerintah, lanjut dia, juga sedang mempersiapkan berbagai antisipasi terhadap inflasi yang terjadi di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia.

Baca juga : Polisi Cek Pengamanan SPBU di Solo Jelang Kenaikan Harga BBM

"Ini di seluruh dunia. Kita masih cukup baik, inflasi kita masih di bawah angka pertumbuhan ekonomi," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menahan penyaluran subsidi yang semakin membengkak. Subsidi energi, termasuk subsidi BBM saat ini tercatat mencapai Rp 502 triliun.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah masih menghitung rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan hati-hati. Hal ini disampaikannya usai meluncurkan teknologi 5G mining di Mimika, Kamis (1/9/2022).

"BBM semuanya masih pada proses dihitung dikalkulasi dengan hati-hati," ujar Jokowi. Ia memastikan, pemerintah akan berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait BBM."Masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian ya," kata dia.

Baca juga : Antisipasi Kenaikan Harga BBM, Warga Isi Full Tank di H-1

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement