Sabtu 01 Oct 2022 22:59 WIB

PLN Percepat Pembangunan Jaringan Listrik di Kalimantan

PLN melaporkan proses pembangunan SUTT 150 kV Pangkalan Bun telah capai 80 persen

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 PT PLN (Persero) memulai pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tayan - Sandai sepanjang 165 kilometer. Proyek jaringan transmisi terpanjang di Kalimantan Barat ini bakal meningkatkan keandalan pasokan listrik demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Foto: istimewa
PT PLN (Persero) memulai pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tayan - Sandai sepanjang 165 kilometer. Proyek jaringan transmisi terpanjang di Kalimantan Barat ini bakal meningkatkan keandalan pasokan listrik demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) tengah mempercepat pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Pangkalan Bun-Sukamara. Keberadaan infrastruktur tersebut akan mewujudkan interkoneksi kelistrikan se-Kalimantan.

General Manager PLN PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) Reisal Rimtahi Hasoloan mengatakan, saat ini progres pembangunan SUTT 150 kV Pangkalan Bun-Sukamara telah mencapai 80 persen, sebagian besar sudah pada tahap stringing atau penarikan kabel konduktor antar tower.

"Proyek SUTT yang telah dibangun hingga 80 persen ini tercatat telah menyerap tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 74 persen," ujar Reisal.

Reisal mengungkapkan, proyek yang digarap oleh PLN UIP KLB tersebut menelan biaya investasi sebesar Rp 268 miliar, proyek SUTT ini akan membentang sepanjang 178 kilometer sirkit (kms). Dengan total tower sebanyak 255 tower, jalur transmisi ini dibangun dengan melintasi 12 desa, 5 kecamatan, dan 2 kabupaten yaitu di Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Proyek ini menjadi bagian penting untuk mewujudkan interkoneksi sistem kelistrikan Khatulistiwa di Kalimantan Barat dengan sistem kelistrikan Kalseltengtim yang telah terkoneksi lebih dulu,” kata Reisal.

Menurut Reisal, sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, telah terkoneksi dengan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Jika sistem kelistrikan di Kalimantan Barat telah terkoneksi dengan sistem kelistrikan Kalseltengtim, maka evakuasi daya dari seluruh pusat listrik di Kalimantan akan sangat mungkin untuk dilakukan.

“Ketika sudah tersambung nanti, keandalaan pasokan listrik bagi masyarakat akan meningkat dan diharapkan juga turut meningkatkan rasio elektrifikasi di Kalimantan,” pungkas Reisal.

Sebelumnya, PLN UIP KLB telah berhasil mengoperasikan Gardu Induk 150 kV Sudan berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) yang berlokasi di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalteng, yang bertujuan untuk mendukung operasional salah satu industri pertambangan di Kalimantan Tengah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement